Rangkuman Bab 6 Kehidupan Bangsa Indonesia pada Masa Kemerdekaan hingga Masa Demokrasi Terpimpin

Rangkuman Bab 6 Kehidupan Bangsa Indonesia pada Masa Kemerdekaan hingga Masa Demokrasi Terpimpin IPS SMP Kelas 8 Semester 2. Menata pengetahuan menjadi ranah pelajar, status yang melekat pada kamu semua. Sekarang belajar menjadi cara terbaik untuk memperbanyak pengetahuan. Nanti jika kamu sudah lulus dan masuk dalam dunia kerja atau dunia professional yang lain maka pengetahuan harus kamu olah menjadi sebuah ilmu. Selamat menapaki jenjang belajar kakak, sukses bagi orang yang cermat.

 


 

Berikut adalah rangkuman lengkap Bab 6 untuk mata pelajaran IPS SMP Kelas 8 Semester 2:

📘 Bab 6: Kehidupan Bangsa Indonesia pada Masa Kemerdekaan hingga Masa Demokrasi Terpimpin

🏁 A. Masa Awal Kemerdekaan (1945–1949)

1. Kondisi Awal Pasca Proklamasi:

  • Proklamasi kemerdekaan dilakukan pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Hatta.
  • Indonesia menghadapi berbagai tantangan:
    • Tidak stabilnya pemerintahan.
    • Masuknya kembali tentara Sekutu (AFNEI) yang membonceng Belanda (NICA).
    • Perlawanan rakyat terjadi di berbagai daerah (misalnya Pertempuran Surabaya 10 November 1945).

2. Konflik dan Agresi Militer Belanda:

  • Agresi Militer I (1947): Belanda menyerang wilayah Indonesia dengan alasan melindungi warga negara mereka.
  • Agresi Militer II (1948): Belanda menduduki ibu kota Yogyakarta dan menangkap pemimpin RI.

3. Diplomasi dan Pengakuan Kemerdekaan:

  • Perundingan Linggarjati (1946), Renville (1948), dan Roem-Royen (1949).
  • Konferensi Meja Bundar (KMB) – 1949: Belanda mengakui kedaulatan RI pada 27 Desember 1949, terbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).

 

🏛️ B. Masa Demokrasi Liberal (1950–1959)

1. Ciri-ciri Demokrasi Liberal:

  • Sistem parlementer, presiden hanya simbol kepala negara.
  • Sering terjadi pergantian kabinet (7 kali dalam 9 tahun).
  • Kebebasan partai politik tinggi, tapi tidak stabil.

2. Permasalahan yang Dihadapi:

  • Instabilitas politik karena banyaknya partai dan konflik antar fraksi.
  • Pemberontakan daerah seperti:
    • DI/TII (Kartosoewiryo) di Jawa Barat.
    • PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi.
  • Gagalnya Konstituante menyusun UUD baru pengganti UUD 1950.

 

🏛️ C. Masa Demokrasi Terpimpin (1959–1965)

1. Latar Belakang:

  • Ketidakstabilan masa demokrasi liberal.
  • Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959: membubarkan Konstituante dan memberlakukan kembali UUD 1945.

2. Ciri-ciri Demokrasi Terpimpin:

  • Kekuasaan besar di tangan Presiden Soekarno.
  • Sistem multipartai dikendalikan oleh pemerintah.
  • Munculnya konsep Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).
  • Kekuatan politik utama: TNI, PKI, dan Presiden.

3. Kebijakan Penting:

  • Poros Jakarta–Peking: hubungan dekat Indonesia dengan Tiongkok.
  • Konfrontasi dengan Malaysia: menolak pembentukan Federasi Malaysia karena dianggap proyek neokolonialisme.
  • Pembentukan Trikora (1961): untuk merebut Irian Barat dari Belanda, berhasil lewat diplomasi (Penyerahan ke Indonesia pada 1 Mei 1963).

4. Masalah Ekonomi dan Politik:

  • Inflasi sangat tinggi (>600%).
  • Ketegangan politik antar kelompok ideologi (militer vs PKI).
  • Ekonomi dikuasai negara, tapi tidak efisien.

 

📌 Kesimpulan:

  • Periode 1945–1965 merupakan masa perjuangan dan konsolidasi Indonesia sebagai negara merdeka.
  • Masa awal kemerdekaan ditandai perjuangan fisik dan diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan.
  • Demokrasi liberal memberi kebebasan politik tapi gagal menciptakan stabilitas.
  • Demokrasi terpimpin memusatkan kekuasaan pada presiden, namun justru mengarah ke otoritarianisme dan ketegangan politik yang memuncak pada 1965.

 

 

Selamat Belajar kakak.

0 comments